Mahir Arduino Sketch dan Elektro secara praktek

Showing posts with label Elektro Dasar. Show all posts
Showing posts with label Elektro Dasar. Show all posts
Potensiometer adalah resistor tiga terminal dengan sambungan geser yang membentuk pembagi tegangan dapat disetel. Jika hanya dua terminal yang digunakan (salah satu terminal tetap dan terminal geser), potensiometer berperan sebagai resistor variabel atau Rheostat. Potensiometer biasanya digunakan untuk mengendalikan peranti elektronik seperti pengendali suara pada penguat. Potensiometer yang dioperasikan oleh suatu mekanisme dapat digunakan sebagai transduser, misalnya sebagai sensor joystick.

Potensiometer jarang digunakan untuk mengendalikan daya tinggi (lebih dari 1 Watt) secara langsung. Potensiometer digunakan untuk menyetel taraf isyarat analog (misalnya pengendali suara pada peranti audio), dan sebagai pengendali masukan untuk sirkuit elektronik. Sebagai contoh, sebuah peredup lampu menggunakan potensiometer untuk menendalikan pensakelaran sebuah TRIAC, jadi secara tidak langsung mengendalikan kecerahan lampu.

Potensiometer yang digunakan sebagai pengendali volume kadang-kadang dilengkapi dengan sakelar yang terintegrasi, sehingga potensiometer membuka sakelar saat penyapu berada pada posisi terendah.

(source wikipedia)

Related Article
Pengenalan Resistor
Cara menghitung nilai Resistor
Rumus yang digunakan untuk menghitung besarnya resistor adalah

R = (VS– VL) / I

VS: Voltage supply
VL: Voltage LED
I: adalah arus LED

Contoh soal
LED 2V - 35mA (milliampere) dihubungkan dengan digitial pin dari Arduino. Berapa ohm resistor yang dibutuhkan? (Digital pin dari Arduino adalah 5V).

R = (5 – 2) / 0.035
R=  85.71.

Dikarenakan resistor dikeluarkan dengan standard value, nilai yang paling dekat adalah 100 ohms. Selalu pilih angka ohm yang lebih besar. Misalnya ada pilihan menggunakan 100 ohm atau 70ohm, maka gunakan yang 100 ohm.

Setelah mengetahui besar resistor yang digunakan, bagaimana cara kita menentukan ukuran resistor? Resistor menggunakan kode warna. Silakan gunakan table dibawah untuk menentukan nilai sebuah resistor.



Related Article
Pengenalan Resistor
Apa itu potensiometer



Pull-Down Resistors
Pada gambar disamping, menunjukkan skema Pull-Down Resistor. Jika button ditekan, maka arus akan mengalir dari input pin akan terhubung ke resistor 100 ohm ke 5V. Ketika button tidak ditekan, arus akan terhubung ke resistor 100 KOhm dan ditarik (pulled) ke ground.

Bila Input tidak dihubungkan dengan pull-down resistor maka arus akan floating diantara 0-5 Volt dan pin tidak akan terhubung kemana-mana. Karena rangkaian diatas menggunakan Pull-Down resistor, maka input akan dalam 2 state, 0 (bila button tidak ditekan, arus akan ditarik ke ground) atau 5 volts (ketika button ditekan). Dengan demikian kita bisa memastikan bahwa voltage adalah 0 atau 5, bukan angka diantaranya.



Pull-Up Resistors
Pull-up resistor umum digunakan pada rangkaian digital. Pada gambar rangkaian disamping posisi switch dan resistor dipindah. Fungsi resistor sekarang adalah sebagai pull-up resistor.

Saat button tidak ditekan, input pin akan ditarik ke 5 volts. Ketika button ditekan, jalur dengan resistor yang lebih rendah akan menghubungkan pin dengan ground. Bila tanpa resistor antara 5 volt dan ground maka akan terjadi short circuit (konslet) dan dapat merusak rangkaian atau power suplly.

Dengan memanfaatkan pull-up atau pull-down resistor, kita dapat memastikan state pin hanya HIGH atau LOW.


Lihat project Lampu Lalulintas Advanced untuk contoh Pull-Down Resistor.
Voltage divider atau potential divider, adalah rangkaian sederhana untuk menurunkan besaran voltage. Dengan menggunakan 2 resistor yang dirangkai seri, kita dapat memecah voltage input. Rangkaian ini adalah termasuk rangkaian dasar yang sering digunakan dalam proyek elektronika.




Voltage in (Vin) terhubung oleh kedua resistor. Saat kita mengukur voltage diantara 1 resistor (Vout), nilai voltage akan lebih kecil (terbagi). Formula untuk menghitungnya adalah seperti ini: Contoh soal adalah menghitung voltage pada R2.

Vout = R2 / (R2 + R1) * Vin

Jika pada contoh, kita menggunakan resistor bernilai 100Ω resistors (0.1kΩ) untuk R1 and R2, dan 5V voltage input.

Vout = 100 / (100 + 100) * 5 = 2.5 volts

Yang menarik adalah rangkaian voltage divider ini dipengaruhi rasio perbandingan R1 dan R2, berapapun nilai resistor, bila nilai kedua resistor sama, makan akan voltage output adalah setengahnya. Contoh:

R1 dan R2 menggunakan resistor 47Ω dan voltage input 5V.

Vout = 47 / (47 + 47) * 5 = 2.5 volts

Jadi kalau kalian ingin mendapat voltage yang lebih kecil, maka perlu mengutak-atik rasio antara R1 dan R2.